Friday, March 5, 2010

Perempuan Di Matahatiku


Tiba-tiba terpacak aku di sini

meniti balam-balam gerimis

tatkala angin mengirimi salam

tatkala hujan mengembangkan kuntuman

tatkala malam mendesirkan harapan

mengalunkan seruling rindu

menemui titik sirna

dalam hidupku yang pernah rebah

dikaki sepatu seorang perempuan



Kini masih aku hadir

mengulangi deklarasi

di atas mimbar di lantai iman

menyilau sejarah yang pernah mungkir

membuih rahsia yang pernah terpendam

dalam kehangatan masa silam

yang pahitnya kurasa seorang



Tiba-tiba terpacak aku di sini

senyumanku masih harum

seorang perempuan di matahatiku

membaluti luka dulu

kelopak matanya digenggami air

setelah mahar kuberi

setelah ijab kulafaz

setelah jari manis dihiasi

mewangi ke pangkal hati

mengubati rawan seorang lelaki

menjunjung kemuliaan seorang khadijah

membasahi dahaga ketakwaan

sepanjang hayat

14 comments:

  1. syaduhhhnyee puisi nie... utk seorang yang bernama wanita...
    tima kasih... hehe...

    ReplyDelete
  2. salam,

    masih mendambakan kebahagiaan itu...

    ReplyDelete
  3. Salam zaijb:

    tanpa perempuan lelaki pasti takkan bernafas...

    ReplyDelete
  4. Salam Abd Razak:

    moga mekar dalam taman hati

    ReplyDelete
  5. Salam Maiyah:

    Moga Allah SWT permudahkan segalanya

    ReplyDelete
  6. Salam Insan pendidik:

    Biarkan penderitaan itu pergi dan berusaha untuk mencari kebahagian

    ReplyDelete
  7. salam..

    best puisi ini..indah lakaran katanya.. :))

    moga bahagia..

    ReplyDelete
  8. Tiba-tiba terpacak aku di sini...
    Terkaku beku..jari jemari
    Hilang kata2 utk dititipkan di sini..
    kerna terpegun dgn indahnya bait2 sang jejaka utk si bidadarinya....:):)

    ReplyDelete
  9. salam Cik Amy:

    Terima kasih menyinggahi blog ni.moga kebahagian itu milik bersama.

    ReplyDelete
  10. Salam Pn. Kartini:

    Sang Jejaka mengerti; Dia tidak dapat lari dari mencintai walaupun dikecewakan. Dia pasrah. Dia tetap reda dan menemui cinta baru. Moga cintanya kekal abadi.

    ReplyDelete
  11. salam Aidil..
    puisi yang menarik..

    ReplyDelete