
Tiba-tiba terpacak aku di sini
meniti balam-balam gerimis
tatkala angin mengirimi salam
tatkala hujan mengembangkan kuntuman
tatkala malam mendesirkan harapan
mengalunkan seruling rindu
menemui titik sirna
dalam hidupku yang pernah rebah
dikaki sepatu seorang perempuan
Kini masih aku hadir
mengulangi deklarasi
di atas mimbar di lantai iman
menyilau sejarah yang pernah mungkir
membuih rahsia yang pernah terpendam
dalam kehangatan masa silam
yang pahitnya kurasa seorang
Tiba-tiba terpacak aku di sini
senyumanku masih harum
seorang perempuan di matahatiku
membaluti luka dulu
kelopak matanya digenggami air
setelah mahar kuberi
setelah ijab kulafaz
setelah jari manis dihiasi
mewangi ke pangkal hati
mengubati rawan seorang lelaki
menjunjung kemuliaan seorang khadijah
membasahi dahaga ketakwaan
sepanjang hayat
syaduhhhnyee puisi nie... utk seorang yang bernama wanita...
ReplyDeletetima kasih... hehe...
Salam...
ReplyDeleteIndah bait-baitnya..:)
dan masih disini
ReplyDeletesalam,
ReplyDeletemasih mendambakan kebahagiaan itu...
Salam zaijb:
ReplyDeletetanpa perempuan lelaki pasti takkan bernafas...
Salam Abd Razak:
ReplyDeletemoga mekar dalam taman hati
Salam Maiyah:
ReplyDeleteMoga Allah SWT permudahkan segalanya
Salam Insan pendidik:
ReplyDeleteBiarkan penderitaan itu pergi dan berusaha untuk mencari kebahagian
salam..
ReplyDeletebest puisi ini..indah lakaran katanya.. :))
moga bahagia..
Tiba-tiba terpacak aku di sini...
ReplyDeleteTerkaku beku..jari jemari
Hilang kata2 utk dititipkan di sini..
kerna terpegun dgn indahnya bait2 sang jejaka utk si bidadarinya....:):)
salam Cik Amy:
ReplyDeleteTerima kasih menyinggahi blog ni.moga kebahagian itu milik bersama.
Salam Pn. Kartini:
ReplyDeleteSang Jejaka mengerti; Dia tidak dapat lari dari mencintai walaupun dikecewakan. Dia pasrah. Dia tetap reda dan menemui cinta baru. Moga cintanya kekal abadi.
salam..
ReplyDelete:))
terima kasih..
salam Aidil..
ReplyDeletepuisi yang menarik..